Aku tinggal di Tokyo dan setiap pagi aku harus naik kereta bawah tanah untuk pergi ke kantor. Stasiun kereta bawah tanah itu bernama Stasiun Shin-Koiwa, di jalur Chuo. Tempat itu terkenal sebagai tempat orang bunuh diri.
Stasiun itu sangat terkenal hingga mendapat julukan "Stasiun Bunuh Diri". Selama bertahun-tahun, banyak orang yang depresi telah bunuh diri di sana dengan melompat ke depan kereta saat kereta lewat.
Lama kelamaan, kejadian bunuh diri masal itu menjadi sebuah masalah sehingga pihak berwenang memasang cermin di peron kereta bawah tanah. Mereka mengatakan bahwa jika orang-orang melihat diri mereka sendiri ketika akan melompat, itu akan membuat mereka berubah pikiran. Aku tidak tahu apakah cara itu benar-benar berhasil.
Baru minggu lalu, ada sebuah peristiwa bunuh diri di stasiun. Aku ada di sana ketika itu terjadi. Aku melihat semuanya.
Saat itu masih pagi dan aku sedang menunggu kereta yang akan membawaku ke kantor. Hanya ada beberapa orang lain di peron. Aku mendengar suara dari pengeras suara mengumumkan bahwa kereta akan datang.
Saat itu, aku melihat seorang wanita yang berdiri tepat di depanku. Dia hanya seorang wanita biasa, berumur sekitar 26 atau 27 tahun, tetapi sesuatu tentangnya membuatku gugup.
Dia bertingkah sangat aneh. Ketika kereta semakin dekat dan dekat, dia melangkah maju dan mulai beringsut menuju tepi peron. Ada yang salah. Dia melirik ke arahku dan aku bisa melihat ada ekspresi ketakutan di wajahnya.
Tiba-tiba, aku tahu apa yang akan dia lakukan, tetapi aku tidak berdaya untuk menghentikannya. aku membeku di tempat karena takut. Yang bisa aku lakukan hanyalah menonton ketika dia menjatuhkan dirinya di depan kereta.
Terdengar derit rem ketika kereta mencoba berhenti. Penumpang lain di peron berteriak. Melalui gema teriakan mereka dan pekikan rem kereta, aku mendengar bunyi gedebuk yang mengerikan.
Pemandangan itu begitu aneh, aku tidak bisa melupakannya. Ada darah dan potongan daging yang terbang ke mana-mana. Aku pikir aku akan segera pingsan melihat pemandanngan mengerikan itu. Penumpang lain lari dari peron dan aku lari bersama mereka.
Para polisi harus menutup seluruh lini dari stasiun tersebut. Sebagai kompensasi, petugas stasiun memberikan alternatif untuk menggunakan bus secara gratis. Ketika kami menunggu bus di luar untuk membawa kami ke tempat tujuan, aku terus memikirkan wanita malang itu. Pemandangan itu berputar berulang-ulang dalam pikiranku, tetapi ada sesuatu yang salah. Akhirnya, aku menyadarinya.
Bayangannya.
Itulah yang membuat aku gugup. Aku memperhatikannya tepat sebelum wanita itu melompat. Lampu dari kereta bawah tanah itu sangat terang dan ketika kereta datang, lampu kereta itu bersinar, lampu itu melemparkan bayangan dari kiri ke kanan. Pilar-pilar bangunan, orang-orang, semua bayangan bergerak dari kiri ke kanan.
Tapi bayangan wanita itu berbeda. Bayangannya tidak bergerak, tapi lurus ke depan, membentang dari kakinya ke tepi peron, seolah-olah ada cahaya yang bersinar dari belakangnya.
Pasti ada sesuatu yang salah. Aku memiliki perasaan tidak nyaman di perutku dan itu tidak akan hilang. Aku harus menyelesaikan ini.
Segera setelah aku mulai bekerja, aku langsung mengakses Internet dan mulai mencari berita lama tentang stasiun tersebut. Pada tahun lalu saja, sudah ada hampir 20 kasus bunuh diri. Beberapa dari mereka adalah pengusaha, ada ibu rumah tangga, ada orang tua, ada yang masih muda dan bahkan ada beberapa anak-anak.
Kemudian, akhirnya, aku menemukan apa yang aku cari. Itu adalah foto yang diambil hanya beberapa detik sebelum seorang pria paruh baya melompat ke depan kereta. Aku memperbesar foto itu dan memeriksanya dengan sangat teliti.
Dia berada tepat di depan batas peron, dia melangkah ke depan kereta, salah satu kakinya ada di udara. Aku mengenali ekspresi ketakutan yang sama di wajahnya dengan ekspresi wanita tadi.
Ada bayangan hitam, seperti lengan, membentang dari bawah peron dan meraih pergelangan kaki pria itu.
Tiba-tiba semuanya masuk akal.
Ketika aku melihat wanita muda di kereta bawah tanah pagi itu, dia tidak melompat ke depan kereta...
Wanita itu diseret ke depan kereta oleh bayangan yang menyerupai lengan itu.
>>END<<
