Ada seorang anak lelaki bernama Kevin yang baru saja mendapat amukan dari ibunya karena nilai rapotnya merah. Hal ini membuatnya dihukum untuk tetap diam di rumah selama akhir pekan.
Saat sedang menjalani hukumannya, ibu Kevin menyuruhnya membeli hati sapi untuk makan malam.
Ibunya menginginkan makanan lezat untuk menyambut CEO perusahaan dimana suaminya bekerja. Dia ingin membuat kesan baik di kunjungan pertama sang bos besar. Kevin pun segera membelinya.
Namun saat dalam perjalanan, ada teman Kevin yang mengajaknya bermain basket.
Tanpa pikir dua kali, Kevin mengiyakannya. Padahal Ibunya sudah memperingati untuk tidak mampir kemana-mana dulu. Namun Kevin melanggarnya. ‘Kalau hanya telat 15 menit saja, ibu tidak akan marah’ pikir Kevin.
Tak terasa, Kevin sudah telat satu jam dan belum membeli hati sapi yang diminta oleh Ibunya. Panik, Kevin pun mengayuh sepedanya ke pertokoan terdekat. Sayang, seluruh toko sudah tutup. Kevin bingung bukan kepalang.
Dia tidak mau lagi dicaci maki oleh Ibunya karena ini. Pikiran licik pun muncul. Dia ingat bahwa kemarin ada tetangganya yang baru saja meninggal. Kevin ingin mengambil hati tetangganya untuk mengganti hati sapi yang lupa dibelinya.
Lantas, ia mengendap kerumah mengambil cangkul dan pergi ke kuburan tetangganya yang masih basah. Setelah berhasil menggali dan menemukan mayat tetangganya, Kevin segera mengoyak sebujur mayat itu sehingga dia bisa mengambil hatinya.
Berhasil! Kevin akhirnya pulang ke rumah untuk memberikan hati itu pada Ibunya.
Tak selang berapa lama, hati itu pun selesai dimasak dan siap dihidangkan. Seluruh anggota keluarga mulai makan malam bersama dengan bos besar Ayahnya. Rasa masakan buatan Ibu Kevin diacungi jempol oleh semuanya. Kecuali Kevin yang enggan memakannya.
Setelah malam mulai larut, Kevin pun tidur. Dalam tidurnya, dia samar-samar mendengar suara rintihan ‘Dimana hatiku? Dimana hatiku?’ terus menerus. Saat Kevin membuka mata,
alangkah terkejutnya dia mendapati almarhum tetangganya tadi ada di hadapannya dengan isi perut yang terburai dan mengeluarkan bau busuk.
Kevin tidak bisa menjerit saking takutnya. Tetangganya pun bertanya sekali lagi, ‘Dimana hatiku?!' Lantas dengan terbata-bata dan ketakutan, Kevin menjawab, ‘Ka-kami memakannya.."
Malam pun berlalu. Keesokan paginya, suara melengking terdengar nyaring dari kamar Kevin. Ibu Kevin menemukan anaknya sudah terbujur kaku dengan perut terkoyak dan hati yang hilang.
" T.A.M.A.T"

Good:)
BalasHapusGood:)
BalasHapusMakasih><
HapusGood:)
BalasHapusMakasih ><
Hapus